Penulis
Ida Hidayati
Tanggal
20 April 2026
Pasuruan, 20 April 2026– Institut Alyasini Pasuruan menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan kelembagaan, seiring transformasi status dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) menjadi Institut Agama Islam (IAI). Dalam momentum tersebut, kampus ini juga membuka program studi (prodi) baru, yaitu Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).
Sebelumnya, Institut Alyasini memiliki tiga program studi, yakni Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan Hukum Ekonomi Syariah (HES). Penambahan prodi PIAUD menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan tenaga pendidik profesional di tingkat pendidikan dasar, khususnya di wilayah Pasuruan dan sekitarnya.

Pembukaan prodi PIAUD telah melalui proses perencanaan dan evaluasi yang matang, termasuk pemenuhan standar akademik serta kesiapan sumber daya manusia. Pihak kampus menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas kontribusi institusi dalam mencetak tenaga pendidik yang kompeten dan berkarakter.

Prodi PIAUD diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam mengenai perkembangan psikologis dan sosial anak usia dini. Pendidikan pada tahap ini dinilai sebagai fondasi penting dalam membentuk generasi bangsa yang berkualitas.
Selain itu, pembukaan prodi ini juga menjadi respons terhadap meningkatnya kebutuhan tenaga pendidik PIAUD yang profesional di era modern. Dengan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan zaman, mahasiswa diharapkan mampu menguasai metode pembelajaran inovatif serta pendekatan pendidikan yang ramah anak.
Salah satu dosen Institut Alyasini, Mohamad Mishbahuddin, S.S., M.Pd.I, menjelaskan latar belakang pembukaan prodi PIAUD. Ia menyebutkan bahwa gagasan tersebut berawal dari keterlibatannya dalam program pendampingan PAUD berkualitas di Kabupaten Pasuruan.
“Jadi pertama kenapa kita memilih PIAUD sebagai prodi baru bermula dari saya bergabung di tim Pendampingan PAUD berkualitas Kab. Pasuruan, ternyata ada guru/pendidik anak sekolah dini yang sangat bersemangat mendidik sedang pendidikan mereka kebanyakan masih tingkat SMA.
Kami melihat pendidikan di masa kecil/dini itu sangat penting, karena mereka akan menjadi cikal bakal manusia dengan kualitas yang maksimal, sebagaimana cara pola asuh yang di sampaikan sayyidana Ali 7 thn pertama sangatlah krusial karena akan mempengaruhi perkembangan pada masa 7thn kedua dan 7thn ketiga.
dari situ kita memilih prodi PIAUD, dan waktu itu sekitar tahun 2021 terdeteksi ada 900 pendidik sekolah dini yang belum sarjana, maka kita ambil kesempatan itu,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan pada masa kanak-kanak sebagai fase krusial dalam pembentukan karakter dan kualitas individu di masa depan. Hal ini sejalan dengan pandangan yang menyebutkan bahwa tujuh tahun pertama kehidupan anak sangat menentukan perkembangan pada tahap-tahap berikutnya.
Dengan hadirnya prodi PIAUD, Institut Alyasini Pasuruan semakin menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang adaptif dan progresif dalam menghadapi tantangan zaman, serta berperan aktif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Penulis: Indah Nailul Mafaza
Editor: M. Mu’tamid Ihsanillah, Lc., MA.
Berita Al-Yasini
Bukan karena kemewahan materi dunia yang mampu mengabadikan sebuah nama, melainkan karena kedalaman ilmu agama dan pengabdian yang lahir dari keikhlasan. Ilmu yang dibalut kesantunan akhlak mulia, senyum lembut, serta tutur kata yang menyejukkan hati, menjadi cahaya yang terus hidup dalam ingatan.
Berita Al-Yasini
Pasuruan, 17 Mei 2026– Ujian Baca Kitab santri kelas 2 Ulya Madrasah Diniyah Ulya bersama wali santri berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat. Kegiatan tahunan ini menjadi salah satu agenda penting dalam menguji kesiapan santri sebelum diberangkatkan menjalani tugas pengabdian di berbagai pondok pesantren selama satu tahun.
Berita Al-Yasini
Pasuruan, 28 April 2026– Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini menerima kunjungan istimewa dari delegasi Yayasan Risalah al Salam yang berasal dari Uni Emirat Arab dan Mesir, pada sore hari pukul 16.00 WIB di Aula 1 Pondok Putri, bertepatan setelah kegiatan Madrasah Diniyah.